Selasa, 12 Februari 2013

PUISI-PUISI FIGO


KORBAN

Mulanya bunyi seruling anak gembala
Semakin membuai seiring fajar beranjak
Berganti pilu saat hari menyentuh senja

Mulanya canda tawa
Cepat-cepat pintu pun merapat
Jangan sampai aroma kematian menyapa malam

Mulanya orang ramai menimba air
Saat yang mengalir bercampur darah
Satu persatu menghilang tanpa jejak

Mulanya ke mana pun lidah bisa menjalar
Ketika yang tersisa hanyalah jejak
Yang mengatup semakin terkatup

Ruang kuliah
12 Feb 2013
*untuk para bos


ANAK SEKOLAHAN

Berdiri lalu berbicara
Meski angin mendesak dari dua arah
Yang duduk malah melayang-layang

Ketika jendela bersenyum
Mimpi akhirnya jadi kenyataan
Yang sibuk perlahan jadi mayat

Si arwah bermimpi
Yang berdiri hilang entah ke mana
Ke kiri atau ke kanan

Angin selalu jujur
Menghagai yang berbicara
Ia tetap di sini sampai si arwah bangkit berdiri

Ada apa dalam mimpi
Dari yang berdiri angin bawa pergi
Sia-sia jadi arwah hanya tahu bergentayanan

Ruang kuliah
12 Feb 2013
*untuk yang suka tidur di kelas



BURU-BURU

Yang mengalir...deras....menghujam ke alam
Daun kering melayang-layang
Melambai mengejar angin

Lalu ada yang meluap...berdesak-desak
Mulai bertabrakan
Mendorong..saling mengejar
Cepat-cepat

Kemudian...sunyi...pelan....damai sekali
Pohon menatap jadi saksi
Sedikit malu-malu...munafik atau tulus
Ekornya tetap kelihatan

Berserah pada yang kuasa
Tenggelam dalam kebiruannya
Senyap...pas di tengah-tengah
Sisa dalam kepasrahan

Ruang kuliah
12 Feb 2013
*untuk para pengejar waktu

5 komentar:

  1. Mantap kawan,,, jao suka... ni bloger namax pa kwn?

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Menarik, berkisah tentang realitas itu tiada berujung. Apa pun itu jikalau dirangkai jadi puisi, akan sangat bermakna. Puisi-puisimu simple, tapi kaya makna....go on....

    BalasHapus
  4. makash bro...minta bantuan untuk terus membimbing ja,o...jao blajar dari kamu la.....

    BalasHapus