SEPUTAR
MUSEUM BIKON BLEWUT
FIGO
STFK LEDALERO
1.
Kapan berdirinya Museum BIKON BLEWUT?
MUSEUM bikon BLEWUT didirikan pada tahun 1983 di Seminari
Tinggi St. Paulus Ledalero. Pada mulanya Museum ini hanya merupakan sebuah
gedung kecil yang digunakan untuk menyimpan beranekaragam halis penemuan.
Seiring dengan perjalanan waktu Gedung Museum Bikon Blewut juga direnovasi dan
mengalami perubahan sana sini, hingga hari ini pihak Ledalero sudah mendirikan
sebuah gedung baru yang sangat tepat untuk menyimpan benda-benda Purba.
2.
Mengapa diberi nama BIKON BLEWUT
Pater Piet Petu SVD , seorang peneliti sosial sekaligus
curator Museum memberikan nama pada Musem ini dengan sebutan “BIKON BLEWUT”.
Nama BIKON BLEWUT dipilih oleh Pater dengan alasan karena nama ini sungguh
menggambarkan atau menafsirkan “kekayaan budaya Flores yang tersembunyi”. Hal
ini terungkap melalui syair adat budaya Sikka Krowe berikut ini:
Saing gun saing nulun, sejak
saman dahulu
Saing bikon saing blewut; sejak
zaman masih purba
Saing atu wu’an nurak ketika
bumi masih rapuh
Saing tana puhun kleruk ketika tanah
masih muda
De’ot reta wulan wutu, Tuhan
di angkasa menciptakan
langit
dan bumi
Kela bekong nian tana bulan
dan matahari
3.
Siapa yang mendirikan Museum BIKON BLEWUT
Ada banyak orang khususnya Misionaris SVD yang menemukan
barang-barang purbakala yang sekarang terkoleksi di Museum BIKON BLEWUT.
Sebelumnya sejak tahun 1950-1965
hasi-hasil penemuan ini di simpan di Seminari Mataloko. Tetapi pada tahun 1975, Drs. Guus Cremmers, SVD
memindahkan seluruhnya ke Ledalero (STFK). IA MERAWATNYA DENGAN BAIK HINGGA
datangnya Pater Piet Petu ke Ledalero. Di tangan Pater Piet inilah seluruh
Koleksi ditata secara sistematis dan teratur serta di sebuah gedung kecil
khusus untuk hasil-hasil penemuan. Gedung inilah yang dipakai Pater Piet untuk
menyimpan benda-benda purba ini kemudian dikenal sebagai museum.
Jadi Museum BIKON BLEWUT didirikan oleh Pater Drs. Piet Petu SVD pada tahun 1983.
4.
Alasan berdirinya Museum BIKON BLEWUT
Alasannya karena
sebelum didirikannya Museum BIKON BLEWUT benda-benda purba ini tidak
dikenal secara langsung dan umum oleh masyarakat lokal, nasional dan
internasional serta belum ditata atau
dikelola secara sistematis dan teratur serta disimpan pada tempat yang
terpisah-pisah. Orang hanya mengenalnya lewat laporan-laporan ilmiah dan
berita-berita di media massa. Untuk itu agar masyarakat luas dapat mengenalnya
secara langsung maka didirikannya sebuah museum sebagai tempat khusus untuk
menyimpan benda-benda purba agar mudah diakses.
5.
Apa yang menjadi keunikan Museum BIKON BLEWUT
Keunikan Museum BIKON BLEWUT terletak pada hasil koleksinya
yang beraneka ragam, mulai dari alat-alat kebudayaan prasejarah zaman
palaeolithicum (batu muda), zaman perunggu, zaman batu mulia, dan fosil-fosil
fauna dan flora hingga koleksi-koleksi seni budaya masyarakat Flores dan NTT
pada era moderen.
6.
Sebutkan kategori hasil-hasil penemuan yang
terkoleksi di Museum BIKON BLEWUT dengan sedikit penjelasannya
Ada enam kategori hasil penemuan yang terkoleksi di Museum
BIKON BLEWUT.
Ø
Temuan alat-alat kebudayaan neolithicum
Alat-alat ini ditemukan pada
penduduk-penduduk lokal dan di bekas kampung lama, seperti kapak lonjong, kapak
persegi panjang dan kapak berperunggu.
Ø
Temuan budaya Flake dan Blade
Mereka berdua yang menemukan
alat-alat batu dan tengkorak serta tulang belulang manusia purba.
Kerangka-kerangka ini kemudian ditetapkan dengan nama Proto Negrito.
Ø
Temuan warisan budaya Dongson.
Temuan itu berupa keris dan golok yang
terbuat dari perunggu (Menge, Ngada),
kapak perunggu (Guru, Sikka), watu weti (Nua Mbiko, Ende), Mokko (Alor).
Ø
Temuan di bidang Paleoantropologis
Temuan berupa tengkorak, rahang dan
tulang belulang manusia yang berbentuk pendek
Ø
Temuan bidang Paleontologis
Temuan berupa kerangka tikus raksasa,
landak, babi rusa, kijang, lembu, kera, kalong, kerang dan siput.
Ø
Alat-alat lower Paleolithic
Berupa fosil vertebrata, fosil
tumbuhan dan jenis siput
7.
Sebutkan nama koleksi fosil-fosil manusia purba
Flores yang ada di Museum BIKON BLEWUT.
Nama-nama
koleksi fosil manusia purba di Museum BIKON BLEWUT:
Ø
Tulang manusia proto negrito Flores 298 koleksi
Ø
Tengkorak manusia proto negrito Flores 5 koleksi
8.
Jenis
koleksi fauna daratan Flores apa saja yang yang tersimpan di Museum BIKON
BLEWUT?
Ø
Fosil geraham gajah stegodon Flores
Ø
Fosil gading gajah stegodon Flores
Ø
Bagian-bagian tulang Stegodon
Ø
Kupu-kupu hutan
Ø
Kumbang polos
Ø
Tanduk kambing hutan
Ø
Fosil ular phyton
Ø
Taring ikan duyun
Ø
Fosil biawak besar
9.
Apa hubungannya Museum BIKON BLEWUT dengan Dr.
Theodor Verhoeven SVD
Nama Theodor tak dapat dipisahkan dari museum BIKON BLEWUT.
Hampir sebagian besar dari koleksi yang tersimpan di Museum ini adalah hasil
penemuan dari Pater Theodor. Pada tahun 1949 ia mulai melakukan penelitian-penelitia lapangan di Flores. Setelah melakukan
penelitian dan berbagai informasi tentang adanya situs-situs purba maka pada
tahun 1950 Pater Theodor bersama rombongannya mengadakan penggalian di berbagai
gua. Selama lima belas tahun ia bergelut dalam ekspedisi penggalian dan
pencarian fosil-fosil purba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar