Jumat, 18 April 2014

KONSEP NGGA'E NDEWA DALAM KEPERCAYAAN LOKAL KEO MAUNORI

 KONSEP NGGA'E NDEWA DALAM KEPERCAYAAN LOKAL KEO MAUNORI

Figo Acm
LEDALERO

"LOCAL BELIEVE OF KEO MAUNORI...konsep Ngga'e Ndewa untuk Wujud Tertinggi dalam kepercayaan lokal Keo Maunori".

'''semua agama, tidak peduli apapun namanya...siapapun pendirinya atau bagaimana ritual pemujaannya selalu terarah pada satu substansi tunggal yaitu Yang Mahatinggi....

Masa sebelum tahun 1570  yaitu sebelum Misionaris Dominikan mendarat di KEO adalah masa di mana orang Keo (Maunori dan sekitarnya) menemukan yang Maha Tinggi di balik Pohon Besar seperti Nunu Mere atau di balik Batu-Batu Besar. Pohon-Pohon Besar dan Batu-Batu yang dikeramatkan bukanlah sarana berhala. sembah sujud di hadapan pohon (pu'u kaju mere) dan batu (watu mere) ini terarah kepada Yang Mahatinggi atau Ngga'e Ndewa.

Yang Mahatinggi bagi orang Keo Maunori akrab disapa Ngga'e Ndewa atau Ngga'e Rade Ndewa Reta (the Lord Below and the God Above). Di bawah Ngga'e Ndewa ada roh-roh lain yaitu "nitu", ada ndewa keda dan nitu nggiku (these are the ancestral spirits). Bagi kami orang Maunori "nitu" tidak selalu diterjemahkan sebagai roh yang jahat. Ada nitu yang baik yang menjadi mediator antara manusia dan Ngga'e Ndewa..sehingga ada istilah yang biasa digunakan dalam kematian yaitu "nitu niu ndewa enga". Nitu dalam kepercayaan Keo hampir sama fungsinya dengan Malaikat dalam ajaran agama Katolik yaitu sebagai pembawa pesan dari Tuhan.

Dalam bahasa Keo Maunori "ngga'e" berarti orang atau individu, dan jika kita padukan dengan kata lain seperti "ta ngala ngga'e" akan berarti "pemilik". Sehingga Ngga'e (Yang Maha Tinggi dalam kepercayaan Keo) berarti Pemilik dan Tuan untuk segala sesuatu baik yang di atas (langit/diru) maupun yang di bawah (bumi/tana). Ngga'e adalah pencipta segala sesuatu "Imu ta welo diru ne'e tana".

Do'a dan Persembahan adalah bagian yang tak terpisahkan dalam proses komunikasi antara manusia dan Yang Maha Tinggi dalam kepercayaan lokal orang Keo Maunori. Orang Maunori menyebutnya dengan istilah "su'a soda" untuk do'a dan "Kuwi rupi" untuk persembahan.  Semuanya selalu terarah pada Nggae Ndewa sebagai yang tertinggi meski dibuat melalu mediator "ine embu, embu kajo". Ine Embu ta mata mudu re'e do'e adalah bagian dari "ancestral spirits". Mereka dekat dengan Yang Maha Tinggi.

Demikian ulasan singkat tentang konsep Nggga'e Ndewa dalam kepercayaan lokal orang Keo Maunori.

***catatan: lebih jelasnya baca di buku tulisan P. Dr. Philipus Tule, SVD. "Longing for the House of God, Dwelling in the House of the Ancestors".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar